Berita dan Artikel

Kenalan di Tinder, Berniat Menikah

Tri Em
Ditulis oleh Tri Em

Dunia maya akan terasa asyik, nyaman, dan menyenangkan jika digunakan sesuai kebutuhan. Tidak hanya digunakan untuk mencari informasi, memperbanyak teman dan memperluas relasi bisnis. Perkembangan teknologi kini makin memudahkan seseorang menemukan pendamping hidupnya. Kendatipun ada sebagian orang yang kelewat betah hidup di dunia maya, tapi tidak bagi laki-laki satu ini.

Ditemui Jombloo pada sebuah malam di salah satu tempat makan di Mall Kota Kasablanka. William Purnomo, laki-laki keturunan Jawa-Tionghoa serta berkacamata ini berniat menikah setelah berkenalan dengan seorang perempuan lewat aplikasi Tinder.

“Awalnya sih iseng. Tapi karena saya ini tidak punya banyak teman wanita, saya pun pasang aplikasi Tinder, itu juga saya keinget teman saya pernah ngomongin aplikasi itu,” jawab laki-laki asal Semarang ini ketika ditanya Jombloo soal Tinder.

Dari Tinder, keduanya melanjutkan obrolan di BBM. Sempat lost contact dan salah paham karena foto bersama mantan di Facebook belum dihapus, William dan perempuan yang ditemuinya di Tinder akhirnya dekat dan memutuskan bertemu. Seiring kedekatan itu, keduanya pun pacaran dan sama-sama ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan. Situasi yang jarang terjadi setelah dua orang berkenalan di dunia maya.

Sempat menjalin hubungan dengan seorang perempuan selama 6 tahun dan hubungan itu kandas setelah di ujung tanduk, William mencoba bangkit dari keterpurukan. Malam-malam jahanam ia lewati dengan tabah dan lapang dada. William sadar bahwa 6 tahun bukan waktu yang sebentar, tapi kenyataan berkata lain, dan waktu tetap berputar selayak Jakarta yang tak pernah tidur.

Merelakan seorang yang dicinta jatuh ke pelukan orang lain memang tidak semudah mengunggah status di media sosial. Apalagi pahit-manis-pedih-bahagia sudah dilewati bersama selama bertahun-tahun. Dua bulan pascaputus, William mulai melupakan kekecewaan terhadap mantan pacarnya. Lalu ia teringat ucapan seorang teman yang menyebut “Tinder”, sebuah aplikasi di mana cari jodoh tinggal menggeser layar handphone.

“Di Tinder itu isinya macam-macam, Mas. Ada yang bener, tapi banyak juga enggak benernya. Hehehe…,” ujar William santai.

Ditutup dan digusurnya tempat-tempat pelacuran tidak lantas menutup pintu rezeki para pekerja seks komersial. Teknologi makin canggih, beberapa media sosial dan aplikasi chatting membantu mereka tetap bertahan bersama kaum papa yang kurang kasih sayang.

Di Tinder, jika kamu hanya mendaftar sebagai user biasa, kamu hanya bisa menjumpai calon-calon jodohmu yang ada di dekatmu saja (nearby). William sendiri bertemu dengan pacarnya yang sekarang menggunakan Tinder Plus, sebuah fitur premium yang disediakan Tinder untuk berpindah-pindah lokasi. Tidak terlalu mahal, sekitar Rp70.000,- dan kamu pun bisa lebih leluasa berkenalan dengan banyak orang.

“Sama pacar sekarang sudah lebih dari 4 bulan. Sudah ketemu keluarga masing-masing, dan harapan kami ya semoga dalam beberapa waktu ke depan bisa menikah Mas,” ungkap William sambil tersenyum bahagia.

William dan beberapa laki-laki yang senasib dengannya adalah contoh konkret dari pepatah jodoh tidak kemana. Bahwa, selalu ada jawaban ketika seseorang dihadapkan pada persoalan hidup khususnya asmara. Menemukan pendamping hidup juga bukan hal yang mustahil, tapi tetap harus diusahakan. Kenyataannya, jodoh memang tidak kemana, manusia saja terlalu pemilih. (EM)

Tentang Penulis

Tri Em

Tri Em

Amorfati Fatum Brutum. Tim J @jombloodotco.

  • jjlim

    ADU BANTENG, Sabung Ay*m, Sportbook, Pok*r, C*ME, CAPS*, D*MINO, Casin*
    BBM : D89CC515
    BBM: D*8*9*C*C*5*1*5 Line: B*o*l*a*v*a*d*a* FB: B*o*l*a*v*a*d*a*

  • feronica Tan

    #kenalan-tinder-berniat-menikah/kenalan-tinder-berniat-menikah/kenalan-tinder-berniat-menikah/

    DAPATKAN FREECHIP DAN FREEBET DENGAN KAMI S1288POKER | BBM : 7AC8D76B