Surat Cinta

Mantan Minta Ditikung

Benny SR
Ditulis oleh Benny SR

Untuk mantan yang ngode minta ditikung,

Tentu ada kerapuhan ketika aku mengingatmu dalam keremangan malam yang sudah mulai beranjak. Membuatku mencoba kembali mengais sisa-sisa ingatan lesung pipit yang manisnya sungguh kelewat bedebah itu. Mungkin aku juga akan memutar beberapa judul lagu yang tentunya akan lebih mengiris hati menjadi berkeping-keping.

Tapi kita tahu bahwa semua sudah berakhir ketika kamu memilih pergi dengan anak juragan bus AKAP itu. Kemudian membuatmu percaya bahwa kebahagiaan tak bisa ditunggu, tetapi harus dijemput. Kupikir kamu sudah dewasa, kemudian mengerti bahwa rasa bahagia itu hanya bisa diciptakan oleh diri kita sendiri. Bukan sekadar hasil hitung-hitungan matematika dengan rumus, bahwa jika A ditambah B sama dengan C.

Tentu dalam status-statusmu, seolah-olah kamu mengabarkan bahwa kisah asmara kalian baik-baik saja. Kamu tak berubah, kamu masih seperti yang kukenal. Jika kuambil selarik kalimat dari novel Destroy, She Said karya Marguerite Duras, kamu adalah seseorang yang berucap namun menyembunyikan sesuatu, bertindak padahal ingin menyatakan maksud lain.

Namun, apakah salah satu dari kita punya salah dalam hubungan yang lalu? Kurasa tidak ada. Masing-masing dari kita saling keras kepala. Aku yang memilih sulit dan rumit ini, merasa tak akan bisa mencukupi ongkos makan tiga kali seminggu yang harus kamu mamah di food courtfood court. Lantas kamu yang selalu berpikir baik dengan tak mau menyakitiku lagi itu, mencari laki-laki yang kamu rasa mampu mencukupi kebutuhan orgasme hedonismu.

Tapi masa lalu mengajarkan, bahwa sesuatu yang terlewatkan tak akan bisa diulang lagi. Kita tak mungkin bisa lagi menikmati berebut remah-remah roti sobek, yang kita syukuri sebagai makanan terakhir paling nikmat jika bumi diguncang bencana kelaparan hebat. Dan kamu juga tahu, kita tak bisa lagi saling lempar argumen tentang mana yang lebih enak antara rambutan atau jambu air. Kita yang tak bisa lagi berebut remote TV jika aku mengunjungi rumahmu, karena kamu ngotot bahwa film korea romantis lebih melenakan dibanding dokumentasi galaksi Bimasakti di National Geographic.

Hingga pada suatu hari, teleponku berdering dengan nada panggilan yang begitu khas. Ada potongan lagu High and Dry-nya Radiohead di sana. Di hari itu, nada dering itu memekikkan telinga sekaligus mengernyitkan dahi. Ada jangka empat tahun lebih setelah kamu minggat, nada dering itu tak berbunyi lagi lantas membuatku lupa untuk mengganti dering lagu pada nomormu itu menjadi dering biasa. Apa lagi ini?

Beberapa pekan setelahnya, kamu mulai rajin berkirim kabar. Soal kebosanan dalam berpasangan, pasanganmu yang mulai sibuk dengan hal-hal yang tak jelas, dan hal-hal lain yang membuatmu ragu apakah pasanganmu benar-benar mencintaimu. Tentu aku juga bercerita bahwa kini aku tengah dekat dengan seorang perempuan. Belum jadian, tapi aku dan dia lagi menikmati kebersamaan. Aku bercerita bahwa ia bukan hanya rekan ketika aku dibunuh kebosanan. Ia lebih dari itu. Ia punya segudang percakapan yang aku sendiri tidak tahu di mana ia menyimpan berjuta-juta bahasan obrolan. Ia adalah lawan debat yang hebat.

Tentu seperti yang sudah aku duga, kamu lantas menyepelekan hubunganku dengannya tak lebih dari sekadar friendzone. Tapi kupikir aku tengah dalam situasi di mana aku menjalani jatuh cinta yang tak sakit-sakit amat. Kamu tahu, empat tahun yang lalu kamu dengan mudah pergi begitu saja. Pamit pun hanya lewat chat.

Setelah semua itu, sekarang kamu lebih sering membahas ingatan-ingatan masa lalu, kemudian berbicara seolah-olah semua itu bisa diulang lagi. Lantas kamu berharap bahwa kita bisa bersatu kembali. Aku ingin mengucap satu kata: Ndasmu!

Tentang Penulis

Benny SR

Benny SR

Pengagum Poppy Sovia. Pejuang LDR

  • Natalee Pawn

    SELALU MENANG main di s128poker.net
    DAFTAR sekarang yukk di add ya boss BBM >> 7AC8D76B

  • Yurika Lim

    FREEBET DOBEL Rp 200.000,- BBM >> 7AC8D76B
    dibagikan setiap hari di s128poker. net