Tips

Meski Berat, Ini Keuntungan Menjalin Hubungan Beda Provinsi

Fendi Chovi
Ditulis oleh Fendi Chovi

Belakangan ini, saya takut bila memikirkan atau diperintah untuk menjalin hubungan khusus dengan seseorang yang tinggal beda provinsi. Sebab menjalin hubungan beda provinsi, dengan jarak melintasi daerah tertentu, tidaklah mudah untuk dijalani. Tak hanya bagaimana menyatukan dua keluarga berbeda suku, adat istiadat dan bahasa. Namun, juga soal memberikan kepercayaan lebih sebagai pendatang baru di hadapan mertua.

Hahaha… Namun, ketakutan itu tiba-tiba menghilang bila memikirkan keuntungan demi keuntungan saat memiliki pasangan berbeda provinsi.  Ini empat keuntungan menurut apa yang saya pahami:

Pertama. Secara tidak langsung, kalian berkesempatan menjadi duta bahasa. Ya, duta yang ikut memperkenalkan bahasa asal tempat kalian dilahirkan kepada keluarga baru, yakni keluarga pihak mertua. Kesempatan itu juga dimiliki pasangan kalian. Transfer ilmu pengetahuan pun semakin menjadikan kalian pasangan terpelajar, saling belajar memahami keberagaman bahasa di Indonesia.

Kedua. Keuntungan lainnya, kalian pun berkesempatan untuk menikmati aneka jenis kuliner di kampung halaman pasangan. Kalian jadi mengenal dan mengetahui potensi kuliner di negeri ini. Ya, setidaknya, kamu dan pasangan bisa memanjakan lidah setiap saat. Ingat loh, potensi kuliner di negeri ini sangatlah berlimpah.

Ketiga. Tak bisa dipungkiri, kalian juga berkesempatan memperbaiki keturunan. Ya, sebuah kesempatan untuk menjadikan diri kalian sebagai bapak keberagaman pun terbuka di depan mata. Bila pasangan kalian anak Sunda, anak Bugis, anak Betawi, apalagi anak Madura. Bayangkan saja, betapa menariknya masa depan anak-anak kalian dengan hubungan lintas provinsi ini. Saat besar nanti, anak-anak kalian dengan mudah belajar bahasa para leluhur mereka lewat pernikahan kalian.

Keempat. Bila kalian memiliki pasangan berbeda daerah. Keuntungan paling besar adalah belajar tentang kebudayaan daerah pasangan. Tak hanya soal etika bermasyarakat yang meliputi cara bertutur kata, bersikap, bertamu. Namun, juga mengenai sistem pemerintahan, bangunan rumah, potensi alam, maupun humor-humor segar yang membangkitkan kebahagiaan.

Dari keempat keuntungan itu, pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah saat libur panjang sekolah. Saat itu, saya bertanya ke teman-teman.

“Kalian mau bersenang-senang ke manakah pada liburan panjang sekolah kali ini?” tanya saya.

“Saya mau pergi ke Bandung. Bertemu kakek-nenek dengan orang tua,” jawab sebagian teman saya.

Beberapa lagi pergi ke Jogja, Bali, Kalimantan, Sumatera, untuk menikmati liburan di kampung halaman kakek-nenek mereka. Ahai!  Bagi saya sendiri, anak yang hanya dibesarkan di kampung. Saat liburan tidak lebih kecuali jalan-jalan ke pantai, baca buku, nongkrong dengan teman-teman di jalan. Tidak begitu menarik.

Setelah saya pikir-pikir kembali, kenapa teman-teman saya bisa jalan-jalan jauh di usia yang masih berusia sekolah dasar. Tak lain, orang tua mereka menikah berbeda provinsi. Sehingga, bila liburan panjang, kesempatan naik pesawat, kapal laut, kereta api, bus, untuk bepergian menjadi perjalanan paling menyenangkan.  Sungguh kesempatan itu tidak saya miliki di waktu masih anak-anak. Sebab, keluarga besar saya hanya menikah berbeda kecamatan.

Untuk itu saya berpikir, betapa beruntung memiliki pasangan berbeda provinsi. Tentu saja. Yang jauh belum tentu baik. Namun, yang jauh mengajarkan kalian menjadi pejuang gigih dan membuat kalian belajar menjadi manusia yang baik. Terutama, bila berkeluarga di tanah rantau.

Sungguh tulisan ini bukan bermaksud membuat kalian enggan memilih pasangan satu kampung atau satu daerah. Bila satu daerah menarik minat kalian, tetaplah dipilih. Hal ini dimaksudkan agar kalian tidak berlama-lama menjadi jomblo. Saya percaya sih, kalian tidak jomblo, tapi memilih “single”. Memikirkan beberapa hal sebelum menetapkan memilih pasangan terbaik buat melahirkan anak-anak kalian. Iya, kan?

Menurut saya sendiri, tak ada salahnya juga menjalin hubungan atau memilih pasangan berbeda provinsi. Keuntungannya banyak sekali, meski tantangan yang ada juga tidak ringan.

Tentang Penulis

Fendi Chovi

Fendi Chovi

Berharap bisa menghasilkan buku “Maniak Pacaran” di tahun 2017. Menebar semangat perdamaian dunia lewat blog pribadi.

  • jenny tasya

    meski-berat-keuntungan-menjalin-hubunganP0K3RV1T4 D.8.E.B.7.E.6.B-beda-provinsi