Curhat

Kenangan yang Sulit Dibinasakan

Jombloo Dot Co
Ditulis oleh Jombloo Dot Co

Oleh: Dwi Ch.

Untuk: dXCy, dan hal-hal kecil yang tertinggal

Dari dalam bis ia melihat kaca jendela basah, ada bulir-bulir air menetes pelan, seperti air mata. Di luar gerimis dan langit mulai gelap, ada deretan lampu-lampu jalan. Terlihat pohon-pohon, baliho partai politik, iklan sabun mandi, model pria untuk iklan rokok yang sama sekali tak ia kenal, dan seorang gelandangan yang tertidur pulas di depan ruko bangunan.

Ia seperti 15 tahun lalu ketika berangkat sekolah. Berjejal dalam bis yang sumpek dan masih sempat bertanya: “pohon-pohon itu bergerak, atau bis yang bergerak?” Ia kini tentu bukan 15 tahun yang lalu. Tapi, ketika melihat pohon-pohon di pinggir jalan itu, ia bertanya seperti bagaimana seorang bocah dulu pernah bertanya: “Pohon-pohon itu bergerak, atau bis ini yang bergerak.”

Ia tentu sudah tahu jawaban untuk pertanyaan konyol macam itu. Yang jelas ia sedang bergerak, setelah mengarak jejak di kota yang jalanannya terasa asing baginya.

Ia bergerak, pulang, atau mungkin bukan pulang. Hanya kembali. Entah kemana, sebab di kepalanya ia hafal benar kalimat yang pernah ditulis novelis Gillian Flynn, “Homesick for a place he’d never been.”  “Rindu ini tidak ada tempatnya,” begitu seorang itu pernah menulis dalam buku hariannya.

Ia tak pernah tahu apakah kau mengharapkannya kembali. Tentang pasta gigi, sisir rambut, gelang kayu, dan helai-helai rambut yang rontok ketika bangun pagi, kau telah mengirim pesan pendek padanya; “daftar barang-barang yang tertinggal.”

Esok kamu akan menyapu lantai, membersihkan kamar mandi, mengganti seprei dan sarung bantal. Jejaknya akan habis ditimbun jejak kaki orang-orang yang mungkin tak ia kenal, atau mungkin kenal. Orang-orang yang menyapanya ketika berjalan di kampus. Orang yang mengucapkan selamat pagi ketika cahaya matahari pelan-pelan masuk lewat jendela dan membuka matanya.

“Jejakmu akan habis”. Seorang itu masih yakin ia tak akan jadi melankolis malam ini. Peristiwa datang dan pergi, tumpuk-menumpuk, kenangan saling tindih. Masa lalu bisa seperti putih kulit bayi, tapi sejarah bisa seperti luka gores.

Orang-orang berkata: “jangan melupakan sejarah”. Tapi sejarah justru ada karena lupa. “Kau harus pulang,” katamu.

Sejarah adalah cinta yang ditahbiskan orang-orang untuk jadi mimpi. Mimpi ditahbiskan jadi dosa, dan ia pernah takut. Di dalam rasa takut kita sama dengan orang-orang itu. Tapi dalam cinta: kita adalah bagian lain yang terbangun sebelum fajar dan tahu dunia telah hinggar oleh fatwa-fatwa kosong.

“Siapa yang paling sia-sia dalam cinta?”

“Jangan melankolis: ini hanya bercanda, tak usah jadi drama.”

***

Kamu mungkin akan lupa, atau mungkin tidak lupa. Kita hanya bersandar pada “mungkin”. Kita bersandar pada angin; sesuatu yang kekal, membawanya datang dan pergi.

Ia pernah ingin menghisap sebatang rokok, menelan asapnya dalam-dalam. “Pergilah keluar, aku di sini saja,” katamu, saat kalian masuk sebuah pusat perbelanjaan.

Ia tidak pernah begitu menyukai keramaian pusat perbelanjaan, di manapun itu. Tapi kau mengajaknya duduk di pelataran kedai roti depan pusat perbelanjaan: memesan Yogurt dengan taburan stobery yang dipotong melintang. Ia awalnya tidak ingin memesan apa-apa.

Di mall ini orang lalu lalang tanpa pernah tau mana yang telah lalu, dan mana yang akan jadi masa depan. Bukankah kita juga sama-sama tidak tahu untuk apa duduk di sini? Hanya seorang telah bahagia,  atau seperti bahagia, entah kenapa. Bagaimana dengan mu? Justru karena tidak tahu, justru karena “mungkin” …………

Kamu melihat pelan-pelan Yogurt berbetuk krucut itu meleleh, dan ia telah berpindah keluar ruangan. Kalian dipisahkan kaca. Ia melihatmu memegang ponsel: entah memberi kabar apa dan untuk siapa.

Seorang itu pernah sangat ingin mengetahui isi kepalamu.

Bahwa ia tahu akhirnya: kau tak menyukai makanan atau minuman manis, kau suka oreo, tidak suka green tea, menyukai lirik-lirik Simple Plan, mengagumi Band Oasis. Ia tahu hal-hal kecil itu, dan ia tetap tidak tahu isi kepalamu. Justru karena ia tidak pernah tahu,  mungkin ia bisa merasa seperti bahagia.

Tapi, apa yang kecil di dunia ini?

Bukankah semua hal sama dan amat sederhana sebenarnya:

Jangan lupa mematikan kran air ketika memakai kamar mandi. Jangan banyak bergerak ketika tidur sehingga kamu pernah terbangun sebab ia menjatuhkan kotak tisu di meja kecil samping kasurmu. Jangan lupa mengunci pintu kamar. “Cuci kaki dan mukamu sebelum berbaring di tempat tidur,” begitu ia pernah diingatkan oleh seorang yang ingin ia ketahui isi kepalanya.

***

Lampu-lampu kota berkedip di kejauhan dan kalian sedang berselisih tentang bagaimana kenangan terbaik bisa dibuat. Kenangan seperti keramik. Kau boleh membentuknya jadi apapun. Kau boleh menginggatnya sebagai apapun. Ia tak pernah tahu isi kepalamu. Apakah kau sedang membuat keramik untuk kenangan-kenangan atau kau sedang memecahkan sebuah keramik untuk melupakan.

Di jarak yang tak terlalu jauh, seorang penyanyi amatiran sedang menyanyikan sebuah lagu dari bahasa yang asing. Kalian sempat sepakat laki-laki itu tidak cocok menyanyikan lagu dalam bahasa yang tidak pas dengan raut mukanya. Tapi, apakah ada bahasa yang paling pas untuk perasaan-perasaan? Definisi tidak selalu presisi.

Malam larut, kalian belum surut, hanya makin kalut.

Bintang digantikan lampu-lampu kota, dan langit pekat seperti menghadirkan suasana yang lain, imajinasi lain, dan mungkin juga kenangan-kenangan yang lain. Dan kalian bahagia, dan kalian sepeti tak berpura-pura. Ia mencintaimu dan tak tahu kenapa, untuk apa. Ia bilang pertemuan ini sempurna. Seperti pagi dan kabut yang turun pelan dari perbukitan, meninggalkan jejak titik air di daun talas.

Kasih adalah pertemuan singkat di sebuah bukit dengan orang-orang tertawa di depan hidangan masing-masing. Kau bilang ini pertama kalinya kau datang ke sini. Ia masih memikirkan akan memesan apa, mungkin setumpuk ilusi, selebihnya sunyi. Ia pernah tidak percaya pada apapun. Cinta adalah imajinasi-imajinasi yang gagu-gagal sebelum pagi merekah.

Kau tak meyakinkannya dengan setumpuk teori atau kisah-kisah agung dari masa lalu. Tapi, ia kini percaya kepadamu; entah untuk apa. Ia mungkin terjebak dalam kisah cinta yang fiktif dan tahu sebaiknya memang ia tak bertanya untuk apa. Tak semua hal bisa ditanya untuk apa. Hidup seperti ini memang bukan untuk apa; tak lebih, tak kurang.

“Tutup telingamu rapat-rapat.”

Orang-orang sibuk memberi arti untuk apa saja, orang-orang sibuk mencari definisi untuk apa saja. Dengan kata lain mereka ingin berkata hidup ini tidak sia-sia: ada kerja, ada politik, ada amal ketika tuhan tiba-tiba datang mengetuk pintu di malam hari.

Biarkan saja orang-orang itu, yang jelas kita disini. Melihat di langit-langit kedai tempat kita makan ada gambar-gambar zodiak. Di masa lalu nenek moyang kita memberi arti bagi sesuatu yang jauh: bintang-bintang.

Ia tak pernah tahu apakah kamu ingin memberi arti untuk semua ini.

Ia hanya tahu malam mulai benar-benar larut, dan penyanyi membosankan yang tadi kita bicarakan masih saja menyanyi dengan sumbang. Di kejauhan masih ada sisa pagi, dan sore dalam gelas-gelas mineral bekas seorang gelandangan menyeduh kopi. Kau mungkin sudah menghapal dengan baik seluk beluk kota ini. Sebab itu kau bisa menjebak sesorang masuk dalam mimpi-mimpi sederhana, seperti cinta.

Ia kini tahu ternyata hari bisa berkelindan dengan mimpi. Dan kau, dan aku lahir kembali, tercengang dalam cinta yang fiktif, mungkin tidak fiktif, cinta yang mungkin ………..

“Beri aku bagian dari kenyataan di mana imajinasi adalah melihatmu tersenyum ketika bangun pagi.”

“Esok aku akan kembali ke selatan.”

Mungkin semuanya akan lekas aus dan menjadi sepele saja. Kau sibuk dengan keseharianmu: pergi ke kampus, menghadiri rapat-rapat yang membosankan, atau mendengarkan dosen berkhutbah tentang masa lalu. Kita adalah bagian dari masa lalu yang lain, kisah-kisah yang terasa asing, kenyataan-kenyataan yang kabur.

Ia ingin membawamu sempurna dalam kisah-kisah yang asing di tempat yang asing. Dan aku, dan kamu: kita terlahir kembali. Tidak ada upacara pembaptisan. Sebab di masa lalu juga tidak ada yang harus mengorbankan tubuhnya di atas tiang salib dan jiwanya harus menanggung beban dosa umat manusia. Tidak ada.

Di tempat yang asing itu semua seperti lautan; ia tak menolak bangkai tikus, bungkus kondom, atau tubuh nenek tua yang mulai membusuk saat suaminya membuangnya ke muara sungai. Lautan menerima semuanya, hanya diantara kita:

siapa yang akan jadi setabah pasir pantai
dan siapa yang akan jadi jejak kaki yang melangkah pergi.
Siapa yang jadi cahaya senja berwarna magenta
dan siapa yang akan jadi matahari tenggelam, hilang.

***

Ia kini berada di selatan. Ia duduk, seperti menunggu, seperti rindu. Setelah berlembar-lembar kalender disobek, karenamu kini ia tahu: mungkin tidak ada yang berubah. Ia masih laki-laki yang sama: masih seorang pemalu yang sering berjalan menunduk, masih pemuda cangung yang tak bisa menulis cerita ceria.

ketika detik, detak tanpa hentak
Ia menghapal dengan runut gerakanmu
kesepakatan
persetujuan
tidak ada skenario
ketika lonceng berdentang, dan beberapa burung gereja tersentak
waktu dicatat dalam cara paling tersembunyi
waktu dihabiskan dalam pahit paling membosankan
tapi kita kecanduan bukan?

15 tahun lagi ia ingin melihatmu tidur di sampingnya. Bersama dalam mimpi yang tanpa arah. Lelap di antara sihir orang-orang tak berdaya. Lalu bangun dan termanggu dalam rindu yang gagu dan tak tahu waktu: ia kini seperti menunggu.

Birmingham 19. LN. 15 Mei 17

Tentang Penulis

Jombloo Dot Co

Jombloo Dot Co

Situsweb yang digerakkan dengan semangat kasih sayang.

Jombloo.co - Pilihan untuk bahagia.

  • cahyo

    ceritanya gila sesuai sama judulnya

    !!pokervita??

  • feronica Tan

    S1288POKER – 100% Tanpa BOOT !! Member VS Member !! | Minimal Deposit Rp.10.000,- & Wihtdraw Rp.20.000,- | BBM : 7AC8D76B

    @@@@@@@@@@@@

  • cahyo

    kenangan-yang-sulit-dibinasakanP0K3RV1TA D.8.E.B.7.E.6.B

  • Beby Natasha

    GRATISSS !!! BONUS TANPA DEPOSIT
    KHUSUS DI HARI LEBARAN IDUL FITRI 2017
    S1288POKER BBM >> 7AC8D76B

  • Yurika Lim

    GRATISSS !!! BONUS TANPA DEPOSIT
    KHUSUS DI HARI LEBARAN IDUL FITRI 2017
    S1288POKER BBM >> 7AC8D76B

  • Beby Natasha

    MALAM INI…!!!!
    GRATISSS !!! BONUS TANPA DEPOSIT
    KHUSUS DI HARI LEBARAN IDUL FITRI 2017
    S1288POKER BBM >> 7AC8D76B

  • Jasmine Ang

    FREEBET TANPA di undi Rp 100.000,- BBM >> 7AC8D76B
    tanpa banyak syarat.. s1288poker.com

  • Cen Cuttie

    BONUS DI KALI DUA !! 100K jadi 200K
    CUMA DI SINI…!! S1288POKER
    BBM >> 7AC8D76B

  • Fenny Laurent

    Menyediakan Taruhan Bola Online, Sabung Ayam Live, Adu Banteng Live, Poker, Domino, Ceme, Capsa, Tangkas, Togel, Tembak ikan DLL
    http://WWW.AGENS128 .org BBM : 7BED80B1 Bandar Taruhan Online Yang sudah berjalan 3 tahun ! Aman dan terpercaya ! Minimal deposit 50ribu saja